Rabu, 01 Maret 2017

Usaha Asper dan Mandor Tangkal Gangguan di Hutan

Bekali Bela Diri dan Penguasaan Baris-Berbaris

 

ASPER dan mandor di lingkungan Perhutani KPH Bondowoso ternyata harus memiliki kemahiran yang komplek. Tak hanya di ajarkanbaris-berbaris, tapi juga belajar seni bela diri agar bisa menaklukan setiap orang yang mengganggu hutan. (WAWAN DWI SISWANTO)

KUMPULAN pria berpakaian hitam, mengenakan ikat kepala merah dan bagian wajah dibubuhi cat warna hitam menjadi perhatian orang yang ada di Kawah Wurung, Rabu lalu (17/8). Tepatnya saat upacara kemerdekaan di Kawah Wurung, Sempol. Satu persatu mereka turun ke lembah padang savana Kawah Wurung untuk mengikuti upacara detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 71.

Selasa, 28 Februari 2017

Kreasi Mahasiswa KKN Membantu Manfaatkan Melimpahnya Pepaya di Pedesaan

Buahnya Dibuat Selai, Isinya jadi Penghitam Rambut

PEPAYA sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Jika, umumnya buah tersebut dijual berbentuk buah. Berkat Mahasiswa Unej yang KNN di Desa Magli, Puger, membantu warga merubah pepaya jadi selai hingga obat alamai.(WAWAN DWI SISWANTO)

MOMENT Agustusan tak hanya bernuansa perlombaan saja. Lebih dari itu, masyarakat pedesaan mulai merasakan sumbnagsih mahasiswa yang dari Juli hingga Agustus ini menjalani Kuliah Kerja Nyata.
Mahasiswa ke desa tidak melulu soal membangun gapura, toilet atau pun pelayanan.

Agus Sugianto, Pemahat Kayu asal Curahdami

Memahat Sesuai Inspirasi, Sealau Update di Internet

SENI rupa sudah menjadi dunia Agus Sugianto. Pria asal Curahdami ini tak sekedar melukis, atau mematung saja namun juga bisa merubah limbah akar jati menjadi meja kursi yang bernilai seni tinggi.(WAWAN DWI SISWANTO)

RUMAH sederhana nan aristik rasanya seperti bukan di Curahdami saja. Pagar yang terbuat tembok pun juga dihiasai seperti rumah di Bali. Ada pula pilar dan pintu yang terbuat dari kayu diukir sedemikian rupa menjadi ciri khas kediaman Agus. "Asyik ya rumahnya tidak seperti rumah di desa-desa," ujarnya.

Senin, 27 Februari 2017

Street Art,Komunitas Anak-anak Muda Bondowoso yang Jago Grafiti

Penuh Arti, Nggambar di Baliho Agar lebih Familiar

JIKA kita mengelilingi Bondowoso, akan melihat beberapa titik yang ada karya grafiti i tembok. Mayoritas karya itu dihasilkan tangan-tanagn muda kreatif yang tergabung dalam street art. (SHOLIKHUL HUDA)

PAGI itu, beberapa anak muda terlihat sedang sibuk corat-coret di sebuah baleho putih. Tergenggam di tangan mereka sebuah caps pylox. Dalam bentangan panjang baliho itu, ada empat bagian gambar. Setelah beberapa lama menggambar, kreasi menjadi guratan seni grafiti.

Itulah cara komunitas Street Art Bondowoso mempopulerkan grafiti. Mereka menggambar di area car free day pekan lalu. Tujuannya adalah mengenalkan masyarakat tentang seni grafiti. "Sebab masih banyak masyarakat yang menganggap seni grafiti sebagai sebuah vandalieme atau corat-coret tanpa arti," jelas Kholikhul Rahman, salah seorang pegiat Street Art.

'Bagong' Juara Kontes Sapi Jumbo dari Maesan

Harus Telaten, Diajak Ngomong Layaknya Manusia

SAPI jenis simental asal Maesan dinobatkan sebagai sapi terberat dalam kontes sapi di lapangan Sekarputih, Tegal ampel. Bagaimana merawat Bagong, nama sapi jumbo tersebut hingga jumbo dan sehat?(WAWAN DWI SISWANTO)

"PETERNAK sapi itu harus banyak membaca buku, buka internet, dan ikut kelompok peternak" kata Wibowo Hatono, warga Maesan pemilik sapi jumbo tersebut. Saat berjalan Bagong memang terlihat gagah, berwibawa dan menarik perhatian banyak orang. Dengan kulit coklat, berkepala putih, dan mengenakan kalung warna merah baru dinibatkan sebagai juara dengan berat 1,226 ton.

Saat Jawa Pos Radar Ijen mendekati sapi tersebut, Hartono langsung memerintahkan sapinya untuk berdiri. "Ayo bangun-bangun," ucap Wibowo sembari memberi sentuhan di kaki sapi kesayangannya itu. Bagong menurut dan langsung berdiri. Selama kontes berlangsung, sapi jenis simental tersebut juga sering diajak selfie oleh warga sekitar. Bahkan banyak anak kecil yang ingin foto bersama dengan si jumbo Bagong.

Sabtu, 25 Februari 2017

Nestepa Keluarga Tohari, Pria yang Dua Tahun Hidup dalam Pasungan

Bapaknya Buta, Ibu jadi Tulang Punggung Keluarga

 

TARGET Indonesia bebas pasung perlu sentuhan seluruh elemen masyarakat. Sebab masih ada warga yang memasung anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Termasuk yang dialami Tohari warga Tanggulangin, Tegalampel.(WAWAN DWI)

SIRINE ambulans terdengar begitu keras di sekitar SDN Tanggulan 1, Tegalampel, tengah hari kemarin. Mobil putih melesat begitu cepat ke arah kota.

Kreasi Hantaran Dasawisma Prajekan Lor Belajar

Bikin Hiasan Mukena Berbentuk Bebek, Ayan, dan Bunga

SESERAHAN lamaran atau hantaran, menjadi tradisi yang tak bisa dilepaskan masyarakat Bondowoso. Tapi tak semua orang bisa memoles hantaran tersebut. Inilah yang membuat ibu-ibu Prajekan Lor menggelar pelatihan membuat hantarab agar tradisi ini tak tergerus oleh jaman
WAWAN DWI SISWANTO


AGUSTUSAN tiba, warna merah putih mengiasi perumahan, perkampungan, jalanan hingga perkantoran termasuk juga di Balai Desa Prajekan Lor. Umbu-umbul merah putih pun terhilat berdiri tegak di pintu masuk balai desa itu.

Keriuhan lomba-lomba memperingati HUT kemerdekan Republik Indonesia (RI) sangat terasa. Seperti akhir pekan lau (6/8),keiuhan Agustusan di Balai Desa Prajekan Lol bukan anak-anak lagi yang asik lomba. Justru yang meramaikan adalah ibu-ibu hingga nenek yang serius mengikuti pelatihan menghias hantaran. Sehingga suasana Agustus-an di desa tersebut tak lagi lomba-lomba atau pertunjukan kesenian saja, melainkan ada pelatihan untuk para kartini Prajekan Lor.