Sabtu, 11 Februari 2017

Ponpes Al Ghafur, Ponpesnya Orang dengan gangguan Kejiwaan (1)

Awalnya Tak Ada Tujuan Buka Ponpes Orang Gila

 

ORANG dengan gangguan jiwa (ODGJ) tak hanya ada di rumah sakit jiwa ataupun di jalanan. Banyak di antara mereka yang nyantri di Ponpes Al Ghafur. Berikut catatan wartawan Jawa Pos Radar Ijen ke Ponpes yang berada di Dusun Blumbeng, Sukowiryo itu. (WAWAN DWI SISWANTO)

BANYAKNYA ODGJ yang masih di pasunh mengingatkan saya berkunjung di Ponpes ODGJ di Sukowiryo. Nama Ponpes tersebut adalah Al Ghafur. Letaknya Ponpes tersebut tak jauh dari kota. Perjalanan menuju Ponpes ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit dari pusat kota ke arah Jember.
Dari Masjid Bunder di timur jalan, masyarakat setempat sudah pada tahu letak Ponpes Al Ghafur. "Ponpes orang gila itu. Lurus saja sekitar 300 meter ada jalan belok kiri, mengikuti jalan saja sampai menemukan jalan berbatu,"ucap warga Bunder itu.

Jumat, 10 Februari 2017

Ketika 10 SMA Melakukan Pemilihan Ketua OSIS serentak

Ada Kampanye, Visi Misi hingga Orasi

 

PEMILU serentak rupanya tak hanya diselenggarakan saat pilkada saja. Di Bondowoso, pemilu serentak juga dilakukan untuk memilih OSIS. Inilah yang telah dilakukan sepuluh SMA di Bondowoso akhir pekan lalu. (SHOLIKHUL HUDA)

TAGLINE 'Langsung, umun, bebas, rahasia, jujur dan adil' terpampang di sepuluh sekolah di Bondowoso Sabtu lalu (10/9). Seluruh sekolah itu adalah SMA Negri. Tulisan itu dipampang lantaran ada pemilihan ketua OSIS. Pada akhir pekan itu, sepuluh SMAN Negri di Bondowoso menggelar pemilihan Ketua OSIS serentak.

Alat Tambal Ban dan pompa unik

Cukup Dimasukkan dalam Tas Seukuran Kotak Pensil

BERBICARA tambal ban, pasti yang tergambar adalah alat pemanas, pencukit ban, beserta seperangkat alat lain yang tidak mungkin dibawa dengan simpel saat bepergian. Namun gambaran itu akan berbeda ketika melihat karya salah satu siswa SMK ini. Alat tambal ban yang mereka ciptakan, hanya seukuran wadah pensil. (SHOLIKHUL HUDA)

Sebuah tas hitam seukuran kotak pensil disodorkan oleh Aep Saefuddin Arif, siswa kelas XII Jurusan Teknik Sepeda Motor SMKN 3 Bondowoso. Melihat ukurannya, tas kecil itu sangat cukup jika dimasukkan di bawah jok sepeda motor atau ditaruh di tas. Dalam tas yang berukuran sangat kecil itu, ternyata memuat berbagai keperluan tambal ban lengkap. Dia menamakan kreasi tersebut dengan TAB Portable Kit.

Kamis, 09 Februari 2017

Tradisi Coffee Morning di Masjid Zainul Huda, Sukosari

Kosisten Minum Kopi Asli, Bahas Berbagai Persoalan

ACARA coffee morning sering kita dengar dan ikuti untuk acara-acara di kantor, ruang rapat atau pertemusn formal lainnya. Di Desa/Kecamatan Sukorasi Bondowoso, para kian dan tokoh masyarakat ternyata sudah bertahun-tahun m3empunyai tradisi coffee morning tersebut.

SALAT subuh baru saja selesai ditunaikan. Setelah sempat berjabat tangan, beberapa jamaah itu tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Satu persatu jamaah tersebut bergeser ke serambi di samping masjid dan membentuk formasi melingkar. Tak terlalu banyak memang, pagi itu yang datang ada sekitar 10 orang.

Mereka pun langsung terlibat dalam diskusi santai namun serius. Tak lama berserang, seorang anggota darin diskusi kecil itu datang dengan membawa satu 'morong' kopi lengkap dengan gorengannya. Suguhan itupun membuat diskusi semakin cair dan mengalir. "Pagi in tidak terlalu banyak yang datang sekitar sepuluh orang, biasanya lebih banyak lagi," kata Suprayogi, salah seorang dari mereka.

Kreatifitas Remas Desa Padasaan Pujer Menggalang Dana

Keliling Kampung Bawa Ondel-ondel dan Drumband

 

PARA remaja msjid Nurul Hidayah desa padasan pujer mempunyai kreatifitas tersendiri untuk untuk menggalang danarenovasi masjid. Mereka membikin ondel-ondel  dan drumband dari peralatan barang-barang bekas.

MALAM kemarin suara drumband terdengar lirih di jalan MT Hartono. Tak seperti biasanya ada suara drum band malam hari membuat orang yang berada di dalam rumah keluar. Mereka pun terkesima, bukan drum band seperti anak sekolah pada umumnya. Tapi belasan anak muda plus ada dua boneka besar yang menari-nari diiringi suara drumband.

Tak jarang warga sekitar mengabadikan dua boneka itu lewat kamera hanphone, ada pula yang meminta foto selfie. "Apa namanya ini ya, boneka ondel-ondel itu saja," ucap faiq, salah seorang anggota remas. Banyak diantara warga sekitar Jl MT Haryono menyangka belasan pemuda tersebut adalah anak-anak sekolah yang diberikan tugas oleh gurunya. Namun, semu itu ternyata salah satu pemuda menyodorkan kotak bewarna hijau dan bertuliskan pembangunan masjid Masjid Nuruk Hidayah ke warga.
Unik dan Kreatif dan tak meminta bantuan pembangunan masjid door to door atau di jalan raya yang sering dijumpai. M Ikrom, wakil pelaksaan pencarian amal renovasi Masjid Nurul Hidayah, di Desa Padasan, Kecamatan Pujer mengatakan awalnya ide kreatif untuk penggalangan dana dengan menghibur tersebut bermuyla pada perbaikan musala di desa Padasan serkitar 2012.

Rabu, 08 Februari 2017

Astrid Kartika, Perempuan Bondowoso yang Berkarir Di Kedubes Australia

Tinggalkan Praktik Dokter Demi Dampingi Pembangunan


PEREMPUAN nama lengkap Astrid Kartika ini adalah perempuan asli Bondowoso. Namun kiprahnya selama ini sudah di kancah nasional. Hal itu karena keterlibatannya dalam berbagai pendampingan. Dia rela meninggalkan profesinya sebagai dokter untuk menjadi seorang pendamping.

BEBERAPA waktu yang pemerintah Bondowoso memiliki tamu istimewa. Yakni Fleur Davies, Pejabat Kudutaan Besar Australia. Dalam kunjungan itu, dia di dampingi oleh seorang perempua. Dialah Astrid Kartika. Ternyata dia asli Bondowoso yang saat ini berkiprah di Unit Manager Poverty and Social Development.

Astris adalah alumnus SMKN 1 Bondowos yang melanjutkan studi SMA di Jogyakarta. Selanjutnya dia menempuh sarjana Kedokteran di Universitas Gadjah Mada. Setal wisuda, dia sempat melakukan praktik dokter, yakni pada 2001-2003. "Namun karena saya menganggap perlu peningkatan, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan studi," terngnya.

Dia lantas menempuh Master of Public Policy di Universitas Victoria, Wilington, New Zeland. Perempuan yang sempat menjadi asisten dosen di Universitas Gadja Mada ini menempuh pendidikan beasiswa prestasi.

Saat Eksekusi Santawi menjadi Drama Pertunjukan

Momen Ingatkan Pemuda tentang Arti Pahlawan

 

PRAJEKAN tak hanya terkenal karena ada pabrik Gulanya. Tapi prajekan menjadi salah satu basis pahlawan lokal melawan penjajah. Sayangnya tak banyak orang tahu Prajekan punya pahlawan lokal, sehingga momen Agustusan gelar fragmen tokoh pahlawan bernama Santawi.

LALU lalang truk tebu sudah jadi pemandangan biasa warga Prajekan. Pada Agusrus dan September kali ini PG Prajekan sudah memasuki giling tebu. Wajar saja truk tebu belajar parkir dan memadati badan jalan di Prajekan. Kepadatan jalan gara-gara truk tebu pun rasanya lunas saat malam hari tiba.