Sempat Buat Jidur dari Besi Tua, Diminatai hingga Luar Kota
TAK pernah arang inilah semangat Moch Kholil yang terus membuat alat musik hadrah. Bahkan dia sempat membuat alat musik hadrah tersebut dari triplek hingga besi tua. Meski begitu peminatnya hingga luar kota. (WAWAN DWI SISWANTO)KERJA keras dan tetap waktu inilah yang diunujukan M Kholil saat menyelesaikan pesanan alat musik hadrah. "Ada pesanan untuk toko-toko musik," ucapnya. Sembari memotong plat besi sebagai bahan baku jidur, tenor, dan lainnya itu, Kholil mulai mengingat-ingat kapan dia mulai terjun mengikuti pembuatan alat musik itu.
"Pertama membuat itu sebelum reformasi, mungkin tahun 1997," ungkapnya. Namun kala itu membuat alat musik hadrah tidak untuk dijual seperti sekarang. Latar belakang buat alat musik bernama jidur dan tenor pun karena Kholil mengikuti grup hadrah di Pejaten yang kesulitan membeli peralatan musik hadrah. Berbekal pengalaman bekerja sebagai mebeler di Pejaten, dia mencoba membuat jidur dan tenor agar grup hadrahnya tersebut tetap eksis. "Waktu itu pakai triplek, metodenya ya hampir sama dengan membuat beduk," jelasnya.






